Suriah Ambil Alih Pengelolaan Pangkalan Militer Rusia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Suriah dan Rusia menandatangani nota kesepahaman (MoU) setelah negosiasi 18 bulan mengenai pengelolaan pangkalan militer Rusia di pesisir Mediterania. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Rusia tidak lagi memiliki pangkalan militer di Suriah. Pemerintah Suriah akan mengambil alih Bandara Hmeimim dan dermaga komersial Pelabuhan Tartus. Kedua fasilitas ini akan diubah menjadi pusat pelatihan dan peningkatan kapasitas bersama. Proses transisi diperkirakan selesai dalam tiga bulan. Sampai saat ini, Rusia belum memberikan komentar terkait kesepakatan ini.
Kesepakatan ini terjadi setelah jatuhnya rezim Bashar Assad pada Desember 2024, yang sebelumnya didukung militer Rusia selama perang saudara 2011–2024. Assad kini tinggal di pengasingan di Moskow. Presiden Suriah saat ini, Ahmad al-Sharaa, memimpin aliansi pemberontak Islamis yang berhasil menggulingkan Assad. Kehilangan Assad menjadi pukulan besar bagi pengaruh Rusia di kawasan tersebut. Presiden Vladimir Putin telah dua kali bertemu al-Sharaa di Moskow sejak Januari 2025 untuk mempertahankan hubungan diplomatik. Pemerintah Suriah juga menuntut Rusia mengekstradisi Assad.
Bagikan
Berita terkait
Mantan Jubir Presiden Ukraina: Zelensky Sudah Kalah Perang
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 01.10
Ukraina Kerahkan AI SPECTR untuk Deteksi Pasukan Rusia
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 07.28
Zelensky Klaim AS Izinkan Ukraina Produksi Rudal Patriot untuk Melawan Rusia, Trump Bungkam
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 07.08
Bule Rusia Hilang di Pecatu Ditemukan Tewas, Bau Menyengat Jadi Petunjuk
JPNN.com · 27 September 2026 pukul 05.58