Rusia Ketiban Durian Runtuh, Pendapatan Minyak Cetak Rekor Rp49 Triliun di Tengah Perang Teluk
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rusia mencatat pendapatan ekspor minyak mentah sebesar USD2,75 miliar (Rp49 triliun) dalam satu minggu akhir September 2023, menjadi level tertinggi sejak konflik Ukraina 2022. Lonjakan ini dipicu oleh kenaikan harga minyak global akibat perang AS-Israel-Iran di Selat Hormuz serta gangguan lalu lintas kapal tanker. Gangguan pasokan alternatif memaksa pembeli global memilih Rusia sebagai sumber minyak, terutama di Asia. Rusia berhasil mengalihkan ekspor minyak dari Eropa ke China dan India, mengatasi sanksi price cap USD60/barel. Dalam empat minggu hingga 27 September, volume ekspor minyak mentah Rusia ke Asia mencapai 3,61 juta barel per hari. Strategi ini diperkuat oleh serangan drone Ukraina pada kilang dalam negeri, yang menurunkan kapasitas pengolahan. Untuk mengamankan pasokan domestik, Rusia menghentikan ekspor diesel sementara dan mengalihkan minyak mentah tak terolah ke pasar laut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 11.55
Rupiah Menguat ke 17.955, Intip Prediksi Mata Uang Garuda Hari Ini
Detik.com · 30 September 2026 pukul 11.39
Trump Bikin Iran Makin Panas, Harga Minyak Tembus US$ 103 per Barel
Berita terkait
17 Juta Barel Minyak Lewati Selat Hormuz, Tertinggi Sejak Perang Iran
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 09.20
Dampak Perang, Ekspor China ke Iran Anjlok 52% dalam Tujuh Bulan Pertama 2026
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 21.02
Qalibaf Peringatkan Tak Ada Pihak di Kawasan yang Bisa Jual Minyak jika Iran Tidak Bisa
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 11.31
Harga Minyak Dunia Kembali Naik Usai Trump Bantah Kelonggaran Sanksi Iran
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 08.55