Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Survei Terbaru "Tampar" Trump, Warga AS Kian Muak dengan Perang Iran

Survei terbaru Reuters/Ipsos menunjukkan dukungan publik Amerika Serikat terhadap perang melawan Iran merosot menjadi hanya 33%, level terendah sejak konflik dimulai lima bulan lalu. Survei terhadap 1.246 orang dewasa itu mencatat 69% warga AS, termasuk pemilih Partai Republik, menilai Presiden Donald Trump gagal menjelaskan tujuan keterlibatan militer. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dukungan awal perang Irak sekitar 70% dan Perang Afghanistan sekitar 90%.

Perang Iran, yang dimulai pada 28 Februari 2026, telah menewaskan 18 tentara AS dan ribuan orang di Iran serta Lebanon. Dampak ekonomi terasa dengan harga bensin nasional naik dari sekitar US$3 per galon menjadi lebih dari US$4 per galon. Meski dukungan untuk Trump sedikit naik menjadi 37%, mayoritas publik tetap tidak puas. Pemilih independen kini lebih condong mendukung Partai Demokrat menjelang pemilu sela Kongres pada November 2026.

Trump berulang kali mengubah tujuan perang, dari membantu rakyat Iran hingga mencegah Iran memiliki senjata nuklir, namun perang berlanjut tanpa tanda berakhir. Kritikus menilai situasi ini membebani Partai Republik dan mengalihkan fokus dari isu-isu domestik, meski Gedung Putih menegaskan komitmen keamanan presiden.

Berita terkait