Jakarta · Jumat, 25 September 2026Cari
WargaKonoha

Perang Iran Meluas, Trump Cari Jalan Keluar Lewat Negosiasi

Perang Iran yang telah berlangsung hampir tujuh bulan belum membuahkan hasil negosiasi antara Washington dan Teheran, sementara konflik terus memperluas ruangnya dari Selat Hormuz ke jalur strategis lain seperti Laut Merah. Pada September 2026, milisi Houthi yang didukung Iran berhasil merebut posisi di pesisir Yaman dan mengancam jalur perdagangan Laut Merah, sekaligus menyerang sasaran di Arab Saudi. Hal ini memperparah krisis energi global akibat blokade Selat Hormuz. Pejabat Arab Saudi juga menuduh milisi yang didukung Iran meledakkan jaringan pipa minyak East-West Pipeline. Tekanan politik meningkat di Amerika Serikat menjelang pemilu sela pada 3 November 2026, dengan harga bensin dan solar mencapai rekor tertinggi. Presiden Donald Trump sempat mempertimbangkan serangan udara terhadap Houthi namun membatalkannya, dan menolak permintaan Arab Saudi untuk serangan serupa. Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menghubungi Trump untuk meminta penghentian aksi Houthi. Di sisi lain, Trump dijadwalkan bertemu Presiden Cina Xi Jinping untuk membahas peran ekonomi dan keuangan Cina terhadap Iran, sambil terbuka untuk bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Sidang Umum PBB. Negosiasi damai belum berhasil karena perbedaan kepentingan yang dalam antara Iran dan negara-negara Teluk, terutama soal kontrol atas Selat Hormuz. Iran menuntut pengakuan atas hak navigasi dan pencabutan blokade, sementara negara-negara Teluk enggan memberi ruang bagi pengaruh Iran yang semakin besar. Pertemuan regional yang direncanakan antara Iran, Irak, dan negara-negara Teluk dibatalkan akibat eskalasi serangan Houthi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait