Sustainability Kini Jadi Strategi Bisnis, Korporasi Dituntut Perkuat Daya Saing
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penerapan sustainability kini tidak lagi hanya sebagai agenda lingkungan dan tanggung jawab sosial, tetapi telah menjadi bagian penting dari strategi bisnis perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Menurut Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, grand challenge nasional adalah energi baru terbarukan, sehingga perusahaan dituntut untuk mengintegrasikan prinsip people, planet, dan profit dalam operasionalnya. Pemerintah juga mendorong kebijakan transisi energi dan transformasi industri sebagai bagian dari agenda pembangunan ekonomi Indonesia.
Dari sisi korporasi, Direktur Pertamina New & Renewable Energy Harsono Budi menyatakan bahwa penerapan sustainability membutuhkan transformasi dalam pengelolaan perusahaan, termasuk pengalokasian investasi, pengukuran dampak, dan perubahan organisasi. Sustainability perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses bisnis agar memberikan manfaat ekonomi sekaligus lingkungan.
Nicolas Bagus Setiabudi dari Tatalogam Lestari Group of Companies menambahkan bahwa penerapan sustainability dapat memberikan dampak langsung pada efisiensi jika dilakukan secara menyeluruh. Dengan pendekatan ini, agenda keberlanjutan tidak hanya menjadi biaya tambahan, tetapi dapat membuka ruang penghematan dan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.
Bagikan
Berita terkait
Elektrifikasi Tambang Jadi Strategi SUN Energy Tekan Biaya dan Mandiri Energi
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 10.03
Digital Product Passport: Siapkah Tekstil Indonesia Bertahan di Pasar Eropa?
kumparan · 6 September 2026 pukul 17.00
Edukasi Potensi Panas Bumi, IGGC & IDE Gelar "Geothermal Fun Day" di Cianjur
JPNN.com · 6 September 2026 pukul 15.46
Video: Tarik Investor, PGE Dorong Bisnis Geothermal Yang Bankable
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 11.00