Susu Tertinggal dan Celana Basah Bung Hatta di Rengasdengklok
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3541111/original/085550800_1629056829-Rengas_1.jpg)
Pada malam 15 Agustus 1945, para pemuda di rumah Sukarno di Jakarta memaksa agar kemerdekaan segera diumumkan. Sukarno dan Hatta menolak karena belum ada keputusan bersama dari PPKI. Ketegangan mencapai puncaknya ketika Wikana memperingatkan akan kekerasan jika proklamasi tidak dilakukan. Akhirnya, para pemuda memaksa keduanya dibawa ke Rengasdengklok agar tidak terlibat kekerasan di Jakarta.
Di Rengasdengklok, Sukarno, Hatta, Fatmawati, dan Guntur di tempatkan di sebuah asrama PETA sebelum pindah ke rumah Djiaw Kie Song. Mereka menunggu kabar dari Jakarta, namun tidak ada informasi tentang apa pun. Hatta sempat marah karena merasa revolusi gagal. Sementara itu, kabar keberadaan mereka akhirnya sampai ke Subardjo, yang kemudian menemukan lokasinya dan mengantarkan mereka kembali ke Jakarta pada 16 Agustus malam.
Peristiwa ini menjadi bagian penting dalam jalan menuju Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Tekanan dari para pemuda dan keputusan untuk membawa Sukarno dan Hatta ke luar Jakarta justru memicu percepatan pengumuman kemerdekaan yang terjadi pada 17 Agustus 1945.
Bagikan
Berita terkait
Malam Panjang di Rumah Maeda Sebelum Proklamasi
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 05.30
8 Jam Menembus Domei dan Berita Kemerdekaan yang Tak Serentak
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 06.20
Megawati Kenang Sukarno: Kita Harus Berani Lihat Sejarah dengan Kejujuran
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 12.35
Akrab dan Penuh Tawa, Momen Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran di Istana Merdeka
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 12.12