Tak Perlu Tusuk Jari, Mahasiswa UGM Kembangkan Alat Deteksi Prediabetes dari Air Liur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Empat mahasiswa UGM mengembangkan Glicovia, alat deteksi prediabetes dari air liur tanpa perlu tusuk jari. Inovasi ini menggunakan sensor elektrokimia, AI berbasis Support Vector Machine (SVM), dan IoT untuk mengukur glukosa, fruktosamin saliva, dan pH. Hasil pemeriksaan dapat dikirim ke aplikasi digital untuk pemantauan berkelanjutan. Saat ini Glicovia masih dalam tahap 70% pengembangan, dengan validasi sampel saliva asli sebagai langkah selanjutnya. Indonesia memiliki 20,4 juta penderita diabetes dan 29,8 juta dalam kondisi prediabetes pada 2024, sehingga Glicovia dapat menjadi alternatif skrining yang lebih nyaman dan ramah lingkungan.
Bagikan
Berita terkait
Mahkota dan Regency Specialist Hospital Malaysia Dorong Deteksi Dini Kanker Payudara Lewat Pink Pulse Run 2026
VOI · 6 September 2026 pukul 10.12
UGM Akui Punya KHS Jokowi, tapi Tetap Tutup Rapat IPK Bersama Ijazah
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 09.16
Terlepas Polemik Ijazah, Rektor UGM Berani Tegaskan Jokowi Lulusan Sah 1985
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 00.05
Cegah Karhutla Way Kambas, Firman Soebagyo Dorong Penguatan Deteksi Dini
Detik.com · 5 September 2026 pukul 09.32