Jakarta · Selasa, 15 September 2026Cari
WargaKonoha

Tak Sekolah Tambang-Gak Punya Bisnis Minyak, Ini Dia Pegangan Bahlil

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan dirinya tidak memiliki latar belakang pendidikan pertambangan atau pengalaman bisnis di sektor minyak dan gas bumi (migas). Ia menjelaskan bahwa sebelum menjabat sebagai Menteri ESDM, kampusnya bahkan tidak terdaftar di Google, sehingga ia tidak pernah belajar atau berbisnis di bidang minyak. Namun, Bahlil menilai ketidakpengalaman tersebut justru mendorong inovasi dan solusi baru yang tidak selalu ditemukan dalam teori akademik. Dalam kesempatan itu, Bahlil menceritakan pengalamannya sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM di tengah pandemi Covid-19. Ia berhasil meningkatkan total investasi dari Rp 790 triliun menjadi Rp 1.700 triliun pada 2024, meski tidak menemukan teori akademik khusus tentang strategi investasi di era pandemi. Ia menekankan pentingnya bertindak cepat dan tidak hanya bergantung pada buku akademik saat mengelola negara. Saat ini, sebagai Menteri ESDM, Bahlil menghadapi tantangan impor minyak yang tinggi. Produksi dalam negeri hanya mencapai 600.000 barel per hari, sementara konsumsi mencapai 1,6 juta bph, sehingga Indonesia harus mengimpor sekitar 1 juta bph. Harga minyak saat ini mencapai 106 dolar per barel, melebihi target APBN sebesar 70 dolar. Untuk mengatasi ini, pemerintah telah mengamankan pasokan minyak dari beberapa negara, termasuk Rusia, dan berkomitmen tidak menaikkan harga subsidi hingga 31 Desember 2026.

Berita terkait