Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

Tanah dan Janji Keadilan Agraria

Tanah bukan sekadar benda ekonomi di Indonesia, melainkan bagian penting identitas, sejarah, dan keberlanjutan keluarga. Di Jawa, tanah dikenal dengan ungkapan 'sadumuk bathuk, sanyari bumi', menunjukkan nilai budaya yang mendalam. Di Minangkabau, sistem harato pusako dan tanah ulayat menjadi warisan turun-temurun. Di berbagai komunitas adat Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi, tanah erat kaitannya dengan leluhur, identitas, dan keberlanjutan komunitas. Karena nilai-nilai budaya dan sejarah ini, konflik agraria tidak hanya soal batas tanah, tetapi juga soal keadilan, hukum, ekonomi, kekuasaan, dan rasa kepemilikan. Reformasi agraria kembali menjadi agenda politik nasional, tercermin dalam Rapat Paripurna DPR pada 8 September 2026 yang menyetujui RUU Pengaturan Reforma Agraria sebagai RUU usul DPR. Tag topik: tanah, agraria, konflik, budaya, reforma

Berita terkait