Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Tangani Karhutla Kalimantan, Pemerintah Modifikasi Cuaca-Tambah Pesawat

Pemerintah terus melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Di Kalimantan Barat, OMC dilaksanakan pada 13-17 Agustus 2026 melalui Posko Pontianak dengan 9 sorti penerbangan dan estimasi curah hujan 10,92 juta meter kubik. Di Kalimantan Tengah, OMC dilaksanakan dalam dua periode dengan total 13 sorti penerbangan dan estimasi curah hujan 4,8 juta meter kubik. Namun, peluang pelaksanaan OMC sangat bergantung pada kondisi atmosfer, sehingga operasi hanya dapat dilakukan ketika tersedia awan yang memenuhi persyaratan teknis untuk penyemaian. Selain OMC, pemerintah juga menambah armada udara untuk menangani karhutla. Di Kalimantan Tengah, armada udara yang terdiri atas helikopter patroli, pesawat patroli fixed wing, dan helikopter water bombing diturunkan. Operasi udar ini mendukung satuan tugas darat, terutama untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni telah berkoordinasi dengan Kepala BNPB untuk menambah dukungan armada udara bagi operasi water bombing. Namun, pekatnya asap dalam beberapa hari terakhir menjadi tantangan bagi operasi udara, terutama di sekitar Jabiren, Tanjung Taruna, dan Taman Nasional Sebangau. Asap yang terlalu pekat membatasi pandangan pilot sehingga helikopter tidak dapat dipaksakan menjangkau lokasi pemadaman. Ketika kondisi tidak mendukung, satuan tugas darat tetap melakukan pemadaman, penyekatan, pembasahan, dan pendinginan lokasi rawan. Evaluasi kondisi cuaca dan operasi lapangan dilakukan secara berkala untuk memastikan penanganan yang cepat, tepat sasaran, dan terkoordinasi.

Berita terkait