TBS Bukukan Laba Kotor USD28,2 Juta, Bisnis Non-Batu Bara Makin Unggul
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT TBS Energi Utama Tbk (TBS/TOBA) mencatatkan laba kotor konsolidasi sebesar USD28,2 juta pada semester I 2026, lebih dari dua kali lipat dibandingkan USD13,9 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh transisi portofolio ke bisnis non-batu bara, khususnya pengelolaan limbah dan ekosistem kendaraan listrik. Pada semester I 2026, bisnis non-batu bara menyumbang 66,5% dari total pendapatan konsolidasi, melampaui kontribusi bisnis batu bara yang hanya 31,4%. Pendapatan konsolidasi tetap stabil di USD173 juta meskipun perseroan telah sepenuhnya keluar dari bisnis pembangkit listrik batu bara dan memangkas perdagangan batu bara sekitar dua pertiga secara tahunan.
Margin kotor perseroan meningkat signifikan dari 8,1% menjadi 16,3% berkat penurunan beban pokok pendapatan sebesar USD13,5 juta. EBITDA konsolidasi tumbuh 23,7%, sementara arus kas operasi berbalik positif menjadi USD14,6 juta setelah sebelumnya mengarah pada defisit kas sebesar USD31,6 juta. Segmen pengelolaan limbah menjadi penyumbang utama, dengan pendapatan USD105,9 juta (naik 77,8% secara tahunan), menyumbang 61,2% dari pendapatan konsolidasi dan 92% dari EBITDA konsolidasi. Laba kotor segmen ini naik 91,9% menjadi USD17,6 juta, sementara EBITDA-nya lebih dari dua kali lipat menjadi USD23,6 juta.
Direksi dan CFO TBS Juli Oktarina menyatakan bahwa transformasi menuju bisnis infrastruktur berkelanjutan sedang berjalan sesuai rencana, dengan kuartal kedua 2026 menunjukkan arah yang benar untuk transisi ini.
Bagikan
Berita terkait
Baterai Mobil Listrik Bekas Segera Menumpuk, Regulasi Recycling di Indonesia Belum Siap?
JawaPos · 28 Agustus 2026 pukul 17.00
TOBA Ubah Haluan Bisnis, Bakal Ada Aksi Korporasi Jumbo
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 11.15
Bank Indonesia Dorong UMKM Manfaatkan Limbah Jadi Peluang Ekonomi Sirkular
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 09.08
Setahun Beroperasi, Laba Kotor BSN Tumbuh 40% Menjadi Rp 643,6 Miliar
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 20.00