Tekan Inflasi, Pemkab Badung Panen 26 Ton Bawang Merah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerbit Kabupaten Badung berhasil memanen 26 ton bawang merah varietas Super Philip dari lahan seluas 2 hektar di Subak Delod Sema, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi. Panen ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menjaga pasokan pangan dan menekan inflasi. Setiap rumpun bawang merah diperkirakan menghasilkan 8 hingga 9 butir, menunjukkan kualitas panen yang optimal. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Badung, I Made Agus Aryawan, menyatakan bahwa Kabupaten Badung memiliki potensi yang baik untuk budidaya bawang merah sesuai arahan Dinas Pertanian. Bawang merah diposisikan sebagai komoditas strategis karena harganya sering menjadi pemicu inflasi. Ketersediaan stok lokal yang stabil diharapkan mencegah lonjakan harga di pasar. Pemerintah daerah mendorong petani untuk melakukan rotasi tanaman padi dengan bawang merah guna menjaga kesuburan tanah. Dinas Pertanian dan Pangan juga gencar mendorong penerapan pola tanam palawija dan hortikultura secara berkelanjutan. Untuk memastikan keberlanjutan produksi, petani di Subak Delod Sema akan membentuk kelompok tani khusus hortikultura. Program ini diproyeksikan berlanjut hingga 2027, dengan ekspansi ke wilayah Kecamatan Petang hingga Abiansemal. Pemkab Badung juga membangun ekosistem rantai pasok terintegrasi, melibatkan Perumda Pasar dan Pangan Badung sebagai pembeli hasil untuk menstabilkan harga di tingkat produsen.
Bagikan
Berita terkait
KPK Duga Ipda Yayat Sudrajat Samarkan Aset Glamping dan Kebun Durian Terkait Kasus Bupati Bekasi
JawaPos · 30 September 2026 pukul 14.46
Misi Pemadaman Karhutla di Kalimantan Rampung, Kapal Perang Jepang Segera Tinggalkan Indonesia
JawaPos · 30 September 2026 pukul 14.46
Lewat Festival Generasi Cerdas 2026, Astra Apresiasi Karya dan Prestasi Sekolah Binaan
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 14.43
DBS Ungkap Alasan Emas Selalu Menarik untuk Investasi
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 14.43