Tekanan Tarif AS Meningkat, Menteri Industri Korsel Kembali ke Washington
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Perindustrian Korea Selatan Kim Jung-kwan kembali ke Washington untuk membahas isu tekanan tarif Amerika Serikat dan persoalan perdagangan yang belum selesai. Kunjungan ini bertepatan dengan upaya AS mendorong Seoul agar mempercepat komitmen investasi sebagai bagian dari kesepakatan tarif kedua negara. Pemerintah AS diperkirakan akan mengumumkan hasil penyelidikan dugaan produksi berlebih berdasarkan Pasal 301 Undang-Undang Perdagangan pada akhir Agustus.
Pada Juli, Washington mengumumkan tarif baru terhadap impor dari 60 mitra dagang setelah penyelidikan terkait kerja pakai paksa. Tarif yang dikenakan berkisar antara 10 hingga 12,5 persen, dengan Korea Selatan termasuk dalam kelompok yang dikenai tarif 12,5 persen, sejajar dengan Jepang dan Swiss. Di samping penyelidikan terkait kerja paksa, AS juga menyelidiki 16 negara termasuk Korea Selatan atas dugaan kelebihan kapasitas industri.
Kim sebelumnya menyatakan bahwa kedua pihak telah sepakat tarif dari penyelidikan Pasal 301 tidak akan melebihi 15 persen, sesuai kesepakatan tahun sebelumnya. Korea Selatan mengekspor barang senilai 122,9 miliar dolar AS ke Amerika Serikat pada 2024, sementara impor sebesar 73,4 miliar dolar AS, menjadikan AS mitra dagang terbesar kedua Korea Selatan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 14.05
Latihan Perang AS-Korsel Hanya Digelar 5 Hari
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 09.30
Mantan Agen CIA Ini Klaim Trump Ingin Berikan Teguran Keras ke Korea Selatan
Berita terkait
Lagi-lagi, Korea Utara Terdeteksi Tembakkan Rudal Balistik
Detik.com · 12 September 2026 pukul 10.06
AS Pertimbangkan Tarif Tambahan 7,5 Persen, China Tolak dan Siap Ambil Langkah Balasan
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 01.12
Korut Kecam AS yang Jual Senjata ke Korsel
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 21.10
Ada Ada Saja, Donald Trump Ingin Ganti Nama Danau Ontario jadi Danau Amerika
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 04.11