Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Tekanan Tarif AS Meningkat, Menteri Industri Korsel Kembali ke Washington

Menteri Perindustrian Korea Selatan Kim Jung-kwan kembali ke Washington untuk membahas isu tekanan tarif Amerika Serikat dan persoalan perdagangan yang belum selesai. Kunjungan ini bertepatan dengan upaya AS mendorong Seoul agar mempercepat komitmen investasi sebagai bagian dari kesepakatan tarif kedua negara. Pemerintah AS diperkirakan akan mengumumkan hasil penyelidikan dugaan produksi berlebih berdasarkan Pasal 301 Undang-Undang Perdagangan pada akhir Agustus.

Pada Juli, Washington mengumumkan tarif baru terhadap impor dari 60 mitra dagang setelah penyelidikan terkait kerja pakai paksa. Tarif yang dikenakan berkisar antara 10 hingga 12,5 persen, dengan Korea Selatan termasuk dalam kelompok yang dikenai tarif 12,5 persen, sejajar dengan Jepang dan Swiss. Di samping penyelidikan terkait kerja paksa, AS juga menyelidiki 16 negara termasuk Korea Selatan atas dugaan kelebihan kapasitas industri.

Kim sebelumnya menyatakan bahwa kedua pihak telah sepakat tarif dari penyelidikan Pasal 301 tidak akan melebihi 15 persen, sesuai kesepakatan tahun sebelumnya. Korea Selatan mengekspor barang senilai 122,9 miliar dolar AS ke Amerika Serikat pada 2024, sementara impor sebesar 73,4 miliar dolar AS, menjadikan AS mitra dagang terbesar kedua Korea Selatan.

Berita terkait