Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

AS Pertimbangkan Tarif Tambahan 7,5 Persen, China Tolak dan Siap Ambil Langkah Balasan

Amerika Serikat sedang mempertimbangkan untuk menerapkan tarif tambahan sebesar 7,5 persen terhadap barang impor dari China. Langkah ini didorong oleh tuduhan Washington mengenai kelebihan kapasitas produksi manufaktur di China. Namun, China menolak tuduhan tersebut dan menyatakan penolakan keras terhadap kebijakan yang dianggap unilateral dan proteksionis.

Juru bicara Kementerian Perdagangan China, Huang Ling, menyampaikan bahwa AS telah mempolitisasi isu ekonomi dan perdagangan. Menurutnya, kapasitas produksi harus dinilai secara objektif dan adil, serta tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk menerapkan kebijakan proteksionis. China juga menekankan bahwa produksi yang melampaui konsumsi domestik tidak otomatis berarti terjadi kelebihan kapasitas, karena produksi dan permintaan harus dilihat dalam skala global.

China menyatakan akan terus memantau langkah-langkah AS dan mempertahankan hak untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan jika kebijakan tarif tersebut diterapkan. Ketegangan ini muncul setelah luncunnya penyelidikan Section 301 oleh Kantor Perwakilan Dagang AS pada Maret, yang menyasar praktik manufaktur di China dan 15 negara atau wilayah ekonomi lainnya. Hingga kini, besaran tarif final belum diputuskan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait