Teknologi Hijau dan Kuda Lumping Perkuat Ekonomi Desa Wisata Ngampungan Jombang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Desa Ngampungan, Jombang, Jawa Timur, mengembangkan desa wisata melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) yang telah memasuki tahun kedua pada 2026. Program ini didanai melalui hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek dan dilaksanakan melalui kolaborasi dosen Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya, Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, Pemerintah Desa Ngampungan, Pokdarwis Pandansili, dan kelompok PKK desa.
Tiga jalur pengembangan menjadi fokus program: diversifikasi produk air mineral, penguatan UMKM kelompok PKK, dan pelestarian kesenian kuda lumping sebagai daya tarik wisata. Pada tahun pertama, Pokdarwis Pandansili mendapatkan dukungan mesin produksi air mineral dengan teknologi membran reverse osmosis (RO) dan ultraviolet (UV) untuk mengemas air dalam botol 500 mililiter. Pada tahun kedua, kapasitas diperluas dengan mesin filling cup sealing satu lini untuk mengemas air minum dalam kemasan gelas 220 mililiter.
Program ini bertujuan memperkuat fondasi kemandirian ekonomi Desa Ngampungan sehingga dapat menjadi desa mandiri yang berkelanjutan di Kabupaten Jombang. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, Pokdarwis, dan kelompok PKK diharapkan menciptakan sumber ekonomi baru yang menghubungkan pariwisata, produksi air mineral, UMKM, dan kesenian tradisional.
Bagikan
Berita terkait
BCA: Kolaborasi Jadi Kunci Dorong Desa Wisata dan UMKM Naik Kelas
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 22.11
Tembus Rp 8,05 Triliun, Transaksi QRIS Antarnegara Terhubung dengan 6 Negara
JawaPos · 27 September 2026 pukul 16.15
Genjot Transaksi QRIS Antarnegara, BI Siapkan Indonesia Travel Pack
Warta Ekonomi · 27 September 2026 pukul 16.12
Wamen Angga Raka: Pembangunan Digital Harus Memberdayakan Rakyat
CNN Indonesia · 27 September 2026 pukul 16.01