Tembus Lereng Curam Bromo, Menhut Optimalkan 3 Helikopter Water Bombing Gempur Api
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memastikan operasi pemadaman kebakaran hutan di lereng curam Gunung Bromo dioptimalkan melalui penggunaan tiga helikopter water bombing. Operasi ini sudah berjalan sejak dua hari lalu dan ditargetkan mampu melakukan 30 kali pengeboman air per hari. Namun, hingga saat ini baru mencapai 17 kali pelaksanaan. Menteri menekankan bahwa kelancaran operasi sangat bergantung pada kondisi cuaca, khususnya hembusan angin yang bisa menghambat proses pemadaman.
Oleh karena itu, Raja Juli Antoni meminta doa dan dukungan seluruh masyarakat agar cuaca tetap mendukung sehingga target 30 kali water bombing bisa tercapai dan titik api bisa dipadamkan. Ia juga mengungkapkan bahwa selain upaya dari udara, tim gabungan dari jalur darat tetap berpartisipasi dalam pemadaman. Selain itu, petugas membuat sekat bakar sepanjang enam kilometer guna mengantisipasi meluasnya titik api di kawasan tersebut.
Operasi ini menjadi solusi utama karena lereng curam Gunung Bromo mustahil ditembus oleh tim darat, sehingga water bombing menjadi metode yang efektif untuk menjangkau area sulit tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 13.00
Karhutla Bromo Meluas Hingga 899 Hektare
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 18.52
Pratikno Tinjau Kebakaran Bromo: Pemadaman Secepat-cepatnya
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 08.05
Legislator PKB Minta Teknologi Drone Dioptimalkan untuk Padamkan Karhutla Bromo
CNN Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 17.14
BNPB Sebut Karhutla di Kawasan Bromo Tinggal 2 Titik Api
Berita terkait
Kebakaran Bromo Mereda, Luas Lahan Terbakar 1.120 Hektare
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 13.29
Water Bombing Ditargetkan 30 Kali Sehari untuk Padamkan Karhutla Gunung Bromo
JPNN.com · 9 Agustus 2026 pukul 20.02
Karhutla Gunung Bromo Dipadamkan, Petugas Kemenhut Masih Waspadai Bara Tersembunyi
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 20.02
Karhutla Gunung Bromo Padam, Tim Gabungan Masih Siaga Antisipasi Titik Asap Baru
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 10.35