Jakarta · Kamis, 1 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Kemenko Pemberdayaan Masyarakat Mengajak Santri Melek Keuangan

Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menggelar kegiatan Peningkatan Literasi Keuangan Syariah di Pondok Pesantren Salafiyah, Kauman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM, Abdul Haris, menekankan bahwa penguatan literasi keuangan di lingkungan pesantren penting untuk pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, di era ekonomi yang penuh ketidakpastian, melek keuangan bukan lagi pilihan tetapi keharusan. Santri diharapkan dapat menjadi pelopor pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren dan membuktikan kemandirian ekonomi.

Abdul Haris juga mengingatkan bahaya praktik keuangan ilegal seperti pinjaman online ilegal dan judi online yang sering menjerat masyarakat, termasuk kalangan pesantren. Praktik tersebut dinilai menghambat kemampuan masyarakat untuk berdaya secara ekonomi. Ia menegaskan bahwa harta bukanlah tujuan hidup, tetapi amanah untuk menghadirkan kemaslahatan.

Pada kegiatan yang sama, Pelaksana Tugas Bupati Pemalang, Nurkholes, dan para pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah menyampaikan apresiasi kepada Kemenko PM bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Syariah Indonesia (BSI) atas pelaksanaan kegiatan literasi keuangan di pesantren tersebut.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait