Terkait Konflik TKIP-SDIP Pamulang, Rektor hingga Pegawai UIN Jakarta Ngaku Diteror dan Diancam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rektor hingga pegawai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengaku mendapatkan ancaman dan intimidasi terkait konflik yang terjadi di Sekolah Dasar Islam Plus (SDIP) dan Tunjang Kulang Institut Pengajian (TKIP) Pamulang. Konflik ini muncul saat Rektorat UIN Jakarta melakukan kunjungan kerja, visitasi, dan sosialisasi terkait proses integrasi pendidikan di bawah pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU) UIN. Beberapa pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut melaporkan adanya tekanan psikologis dan ancaman langsung yang mengganggu suasana kondusif kegiatan. Pihak UIN Jakarta belum merilis pernyataan resmi terkait dugaan penyalahgunaan wewenang atau intervensi pihak eksternal dalam proses integrasi yang sedang berlangsung. Kementerian Agama dan Ombudsman juga belum memberikan tanggapan konkret terkait laporan ini. Masyarakat pendidikan dan publik menunggu langkah transparansi dari pihak terkait untuk mengungkap seluruh fakta di balik konflik ini. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya pada proses pembelajaran dan kegiatan akademik di kedua lembaga pendidikan tersebut.
Bagikan
Berita terkait
Netanyahu Klaim Putranya Jadi Sasaran Pembunuhan Iran
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 11.47
Foto: Siswa di Gaza Kembali ke Sekolah, Pertama Kali dalam Tiga Tahun
kumparan · 22 September 2026 pukul 10.17
Menkeu AS Pastikan Semua Akses Penerbangan Iran Dihentikan Total Mulai 23 September
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 09.16
Perluas Layanan Akses Keuangan Syariah, Dosen UIN Jakarta Bandingkan Sistem di Tiga Negara
JawaPos · 22 September 2026 pukul 09.00