Perluas Layanan Akses Keuangan Syariah, Dosen UIN Jakarta Bandingkan Sistem di Tiga Negara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sejumlah dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mendapatkan pendanaan riset dari Mora Air Fund 2026, yang merupakan kolaborasi Kementerian Agama dengan LPDP. Para dosen termasuk Prof. Dr. Ibnu Qizam, Rizqon Halal Syah Aji, Yoghi Citra Pratama, dan Dr. Asyari Hasan mengusung tema 'Inklusi Keuangan Syariah untuk Mendukung Kebijaran yang Lebih Tepat Sasaran'.
Riset berjudul 'The Antecedens and the Consequences of Sharia Financial Inclusion in Indonesia, Malaysia, and Turkey: Development of It Based-Economic-Value and Socio-Religiousity Indices for Empowering Ummah' bertujuan mengkaji inklusi keuangan syariah secara lintas tiga negara. Menurut Dekan FEB UIN Jakarta, Prof. Dr. Ibnu Qizam, studi ini akan mengidentifikasi faktor pendorong, dampak sosial, serta tantangan dan peluang dalam memperluas akses layanan keuangan syariah.
Luaran penelitian meliputi pengembangan tiga instrumen pengukuran: Indeks Inklusi Keuangan Syariah yang Komprehensif (MSSFII), Indeks Nilai Ekonomi Inklusi Keuangan Syariah (EVISFI), dan Indeks Perubahan Perilaku Sosial-Keagamaan (SRISFI). Studi ini juga menelaah dampak nilai ekonomi dan perubahan perilaku sosial-keagamaan terkait keuangan syariah.
Bagikan
Berita terkait
BSI Siap Jalankan Amanah Presiden Prabowo Jadi Bank Penyedia Rekening Masyarakat
kumparan · 8 September 2026 pukul 18.45
Inklusi Keuangan Syariah Masih Rendah, Ternyata Ini Biang Keroknya!
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 20.45
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp 3.250 T per Juni 2026, Tapi Inklusi Baru 13%
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 20.30
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp 3.250 Triliun, yang Akses Cuma 13%
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 17.34