Terkesan Sepele, Kelalaian soal Selotip Renggut Nyawa Puluhan Orang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kecelakaan pesawat Boeing 757-200 maskapai AeroPerú pada 2 Oktober 1996 di lepas pantai Chancay, Lima, Peru mengakibatkan 70 korban tewas. Penyebab utama adalah staf pemeliharaan yang lupa melepas selotip pada tiga lubang statis (static ports) setelah pemolesan. Selotip itu mengganggu pembacaan tekanan udara pada alat pembaca ketinggian, sehingga kokpit tidak menerima data yang akurat. Saat menerbangkan, altimeter membeku dan alarm darurat berguncang. Pengontrol radar memberi vektor kembali ke bandara, namun data radar salah akibat transponder rusak. Tanpa data ketinggian yang benar, pesawat menurun perlahan lahan tanpa disadari, menghantam laut dengan kecepatan 250 knot, naik 300 kaki, lalu terbalik dan hancur total.
Bagikan
Berita terkait
Usut Kasus Karhutla, Polri Sudah Tetapkan 113 Tersangka
JPNN.com · 5 September 2026 pukul 18.25
Kilas Balik 4 Orang Selamat Kala Pesawat Jatuh Tewaskan 520 orang
Detik.com · 5 September 2026 pukul 18.19
Kabut Asap Karhutla Diduga Picu Tabrakan di Tol Palindra, Belasan Orang Luka
kumparan · 5 September 2026 pukul 17.34
Propam Polda Sulteng Usut Viral Karangan Bunga Pelakor Polisi di Bank
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 17.10