Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ternyata Tak Semua Rakyat RI Senang Kondisi Merdeka

Artikel CNBC Indonesia mengungkap bahwa Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 tidak disambut gembira oleh seluruh lapisan masyarakat. Menurut peneliti Denys Lombard dalam buku Nusa Jawa Silang Budaya (2005), sekelompok kecil orang Jawa dan Sumatra yang terpengaruh Barat menganggap masa kolonial Belanda sebagai "zaman normal" karena kehidupan politik, ekonomi, sosial, dan budaya dirasa lebih teratur dan stabil. Setelah kemerdekaan, perang, kekerasan, dan kekacauan ekonomi justru membuat kehidupan mereka memburuk. Kelompok ini mencakup tentara dan pegawai kolonial serta priyayi-bangsawan yang kehilangan kedudukan, penghasilan, dan status sosial; beberapa menjadi korban balas dendam rakyat biasa. Bahkan ada yang rela menjual harta dan pindah ke Amsterdam. Namun, kondisi ini tidak mencerminkan mayoritas rakyat. Perbedaan pengalaman menunjukkan Proklamasi membawa perubahan besar yang dampaknya terasa berbeda bagi setiap kelompok: kebebasan bagi sebagian besar, namun kemunduran bagi yang untung di bawah sistem kolonial.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait