Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Tertutup Longsor Akibat Gempa, Akses Trans Flores Kembali Terbuka

Akses Jalur Trans Flores di seksi Ende–Bajawa KM 4+350 berhasil dibuka kembali setelah tertutup selama sekitar 8 bulan akibat gempa bumi yang memicu longsor. Menurut Plt. Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, material tanah dan bebatuan setinggi hampir 30 meter menutupi seluruh badan jalan, melumpuhkan konektivitas antara Kabupaten Ende dan Nagekeo. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT bersama Direktorat Jenderlal Bina Marga Kementerian PUPR langsung mengirimkan tiga unit ekskavator untuk pembersihan. Sejumlah progres pencapaian dicatat: sehari pertama sebagian jalur terbuka untuk kendaraan roda dua, dua hari kemudian kendaraan roda empat dapat melintasi dengan sistem buka-tutup dan kecepatan terbatas, hingga akhirnya seluruh badan jalan dinyatakan terbuka dan transportasi kembali normal. Namun, sisa material longsoran masih menumpuk di lereng atas tebing, sehingga pembersihan lanjutan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Gempa susulan, termasuk gempa M 6,0 yang terjadi saat penanganan, menyebabkan operasional alat berat harus dihentikan sementara demi keselaman para petugas. Jalur kabel serat optik yang tertimbus juga berhasil dipulihkan secara bertahap melalui koordinasi lintas sektor. Fokus pekerjaan kini beralih ke tahap antisipatif, termasuk penguatan struktur tebing dan pemetaan revitalisasi infrastruktur untuk mencegah longsor susulan di masa depan. Pemerintah juga memantau distribusi bantuan yang dilakukan melalui jalur udara dan laut sesuai sistem logistik nasional yang dikoordinasikan BNPB bersama TNI. Di samping itu, BADAN Geologi mencatat tiga kejadian bencana akibat gempa di Nusa Tenggara Timur, yaitu gempa bumi, tsunami, dan gerakan tanah. Warga terdampak juga mendapatkan dukungan melalui posko pengungsian di Lapangan Gelora Samador, Maumere, Sikka, NTT.

Berita terkait