Danantara Sebut Indonesia Punya Bahan Baku, tetapi Teknologi Terbatas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Chief Technology Officer Danantara Indonesia Sigit Puji Santosa mengatakan bahwa teknologi Indonesia di sejumlah sektor mineral sebenarnya tidak terlalu jauh dibandingkan dengan negara lain. Selama ini Indonesia banyak mengekspor bahan baku seperti alumina dan aluminium, sementara produk turunannya masih diproduksi di luar negeri. Indonesia mengolah bauksit menjadi alumina atau aluminium ingot untuk kemudian ekspor ke negara lain seperti Jepang. Namun, untuk produk ekstrusi aluminium yang digunakan di sektor dirgantara, otomotif hingga pertahanan, Indonesia masih harus menunggu pasokan selama lima hingga enam bulan.
Sigit menilai teknologi untuk mengembangkan produk turunan aluminium maupun baja masih berada dalam jangkauan Indonesia. Indonesia memiliki strategi kemitraan strategis di mana kementerian strategis yang memiliki share terhadap mineral bekerja sama dengan pihak yang punya teknologi, dengan syarat mineral berasal dari Indonesia. Mereka membangun kolaborasi R&D dan mengajak semua perguruan tinggi.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu mengakui kemitraan strategis masih dibutuhkan untuk mempercepat transfer teknologi ke Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 21.25
Dari Rumah hingga Kendaraan, Ini Alasan Logam Penting bagi Kehidupan Sehari-hari
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 17.53
Perkuat Pasokan Industri Aluminium, DCC Resmikan Fasilitas Produksi CTP Binder Pertama di Indonesia
Berita terkait
Video: Gali Potensi Mineral Kritis dan EBT, RI Incar Investor Teknologi
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 17.00
Pemerintah Bidik Realisasi Investasi Rp2.322 Triliun di 2027
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 09.00
Kontribusi Dividen BUMN 2026 Diprediksi Sentuh Rp 200 Triliun
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 23.48
Investasi Hilirisasi Tembus Rp300,1 Triliun di Semester I-2026
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 20.50