Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Tetangga RI Hadapi Krisis, Ekonomi Tumbuh Terendah 5 Tahun

Ekonomi Filipina tumbuh 2,3% secara tahunan pada kuartal II-2026, pertumbuhan kuartalan terlemah sejak 2021. Angka ini berada di bawah perkiraan median Reuters sebesar 2,8% dan melambat dari 2,8% pada kuartal sebelumnya. Sepanjang semester pertama 2026, ekonomi Filipina hanya tumbuh 2,6%, jauh di bawah target pemerintah 3,5%-4,5%. Sektor konstruksi menjadi tekanan terbesar dengan anjlok 14,8% secara tahunan, memburuk dari penurunan 4,3% pada kuartal sebelumnya, dan menyeret investasi yang menyusut 9,2% hingga empat kuartal kontraksi berturut-turut. Menteri Perencanaan Ekonomi Arsenio Balisacan mengaitkan pelemahan ini dengan skandal korupsi proyek pengendalian banjir yang menghambat belanja pemerintah dan menekan kepercayaan investor. Konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari dua pertiga ekonomi juga melemah, tumbuh 2,8% dari sebelumnya 3%, karena inflasi rata-rata 5% dalam tujuh bulan pertama 2026 menggerus daya beli, jauh di atas target pemerintah 3%. Bank Sentral Filipina akan mempertimbangkan data ini dalam rapat kebijakan 27 Agustus, setelah menaikkan suku bunga 25 basis poin dalam dua rapat terakhir untuk menahan inflasi. Pemerintah pada Juni memangkas proyeksi pertumbuhan 2026 menjadi 3,5%-4,5% akibat krisis Timur Tengah dan skandal korupsi. Meski demikian, Balisacan melihat indikator terkini memberi sinyal pemulihan tahap awal.

Berita terkait