Tetangga RI Hadapi Krisis, Ekonomi Tumbuh Terendah 5 Tahun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonomi Filipina tumbuh 2,3% secara tahunan pada kuartal II-2026, pertumbuhan kuartalan terlemah sejak 2021. Angka ini berada di bawah perkiraan median Reuters sebesar 2,8% dan melambat dari 2,8% pada kuartal sebelumnya. Sepanjang semester pertama 2026, ekonomi Filipina hanya tumbuh 2,6%, jauh di bawah target pemerintah 3,5%-4,5%. Sektor konstruksi menjadi tekanan terbesar dengan anjlok 14,8% secara tahunan, memburuk dari penurunan 4,3% pada kuartal sebelumnya, dan menyeret investasi yang menyusut 9,2% hingga empat kuartal kontraksi berturut-turut. Menteri Perencanaan Ekonomi Arsenio Balisacan mengaitkan pelemahan ini dengan skandal korupsi proyek pengendalian banjir yang menghambat belanja pemerintah dan menekan kepercayaan investor. Konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari dua pertiga ekonomi juga melemah, tumbuh 2,8% dari sebelumnya 3%, karena inflasi rata-rata 5% dalam tujuh bulan pertama 2026 menggerus daya beli, jauh di atas target pemerintah 3%. Bank Sentral Filipina akan mempertimbangkan data ini dalam rapat kebijakan 27 Agustus, setelah menaikkan suku bunga 25 basis poin dalam dua rapat terakhir untuk menahan inflasi. Pemerintah pada Juni memangkas proyeksi pertumbuhan 2026 menjadi 3,5%-4,5% akibat krisis Timur Tengah dan skandal korupsi. Meski demikian, Balisacan melihat indikator terkini memberi sinyal pemulihan tahap awal.
Bagikan
Berita terkait
Wamenkeu Juda Sebut Ekonomi 5,29 Persen Cerminkan Gairah Masih Baik
CNN Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 13.19
Gawat, Cadangan Emas RI Mengkhawatirkan, Kalah Jauh dari Negara Lain
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.08
Emas vs tabungan bank: Mana yang lebih menguntungkan? Ini faktanya
ANTARA News · 15 Agustus 2026 pukul 11.35
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2027 capai 6 persen
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 16.54