Ekonom Bilang Dolar Bisa Rp18.200, Waspada 3 Faktor Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat ekonomi menyatakan rupiah berpotensi melemah hingga Rp18.200/US$ jika tekanan global tetap kuat. Josua Pardede, Chief Economist Bank Permata, mengidentifikasi tiga faktor utama: harga minyak global di atas US$100/barel, imbal hasil obligasi AS 10 tahun di atas 5%, dan outflow investor asing. Sementara M. Rizal Taufikurahman INDEF menyatakan peluang rupiah mencapai level tersebut terbuka lebar dalam beberapa pekan. Data Refinitiv menunjukkan rupiah mengakhiri perdagangan di Rp17.960/US$ dengan apresiasi tipis 0,03% pada Selasa (29/9/2026), setelah melemah 0,48% ke Rp17.965/US$ pada Senin (28/9/2026). Kedua skenario ini menjadi risiko yang perlu diantisipasi pemangku kepentingan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 17.27
Ekonom: Kredibilitas kunci agar pertumbuhan tak terbebani rupiah
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 17.20
Dolar AS Makin Perkasa, Rupiah Diramal Masih akan Tertekan
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 14.00
BI Ungkap Penyebab Rupiah Kembali Tembus Rp18 Ribu per Dolar AS
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 12.06
BI Buka Suara soal Rupiah Kembali Tembus Rp18 Ribu Hari Ini
Berita terkait
BI Proyeksikan Nilai Tukar Rupiah Tetap Stabil Di Tengah Dinamika Pasar Global
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 13.52
Rupiah melemah seiring "wait and see" investor menjelang rilis PPI AS
ANTARA News · 10 September 2026 pukul 16.33
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.728, Berpotensi Berbalik Arah
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 09.28
Rupiah Menguat Jadi Rp 17.715 per Dolar AS, Gubernur BI Destry Damayanti Beberkan Strategi Utama
JawaPos · 1 September 2026 pukul 20.15