Tionghoa Dinilai Makin Inklusif Melalui Partisipasi Politik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Partisipasi politik masyarakat Tionghoa Indonesia dinilai semakin berkembang dan inklusif sejak era Reformasi. Keterlibatan ini menandai perubahan signifikan dari masa Orde Baru, di mana kelompok Tionghoa sebelumnya dipandang kuat secara ekonomi namun lemah dalam ranah politik.
Diskusi publik yang melibatkan berbagai organisasi seperti INTI, IPTI, Aspertina, dan FSI menekankan bahwa peran aktif Tionghoa kini mencakup berbagai persoalan lokal maupun nasional. Hal ini membuat isu loyalitas etnik tidak lagi relevan karena kontribusi nyata mereka dalam pembangunan bangsa. Selain itu, basis konstituen politisi Tionghoa yang awalnya terbatas pada etnis sendiri kini telah meluas ke berbagai latar belakang etnik dan agama seiring proses demokratisasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 20.55
Kini Lebih Leluasa Berpolitik, Etnis Tionghoa Dinilai Semakin Inklusif
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 12.26
Prabowo Depan SBY: Waktu Tidak Berkuasa, Partai Demokrat Tak Caci Maki, Tak Bakar-bakar...
VOI · 10 September 2026 pukul 10.15
Di HUT Demokrat, Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Memecah Bangsa
Berita terkait
Pujian Prabowo untuk Demokrat: Pernah Berkuasa, Pernah Tidak, tetapi Tak Caci Maki
JPNN.com · 10 September 2026 pukul 12.46
Banyak Warna Dalam Politik Indonesia, AHY: Menyangkut Kepentingan Bangsa Hanya Merah Putih
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 23.12
Prabowo Puji SBY dan Demokrat: Saat Tidak Berkuasa Tak Mencaci-maki
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 22.56
Respons Pidato AHY yang Dinilai Kritik Pemerintah, Prabowo: Demokrasi Butuh Koreksi
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 22.55