Titik Panas Bukan Akhir, Begini Tantangan Membaca Dampak Karhutla
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Titik panas (hotspot) tidak cukup sebagai indikator tunggal untuk menilai dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Untuk memperoleh gambaran yang akurat, diperlukan pengolahan data dan citra satelit beresolusi tinggi. Direktur Pengembangan Telkomsat, Anggoro K. Widiawan, menjelaskan bahwa pemanfaatan data satelit kini berkembang menjadi Earth Intelligence, yang mengubah data menjadi informasi yang mudah dipahami, seperti identifikasi area terdampak dan pemantauan perubahan wilayah dari waktu ke waktu.
Salah satu penerapan pemantauan karhutla adalah melalui platform Karhutla GeoTSat, yang menampilkan sebaran titik panas di seluruh Indonesia menggunakan data dari NASA FIRMS. Platform ini dilengkapi Fire AI Assistant berbasis generative AI untuk membantu pengguna memahami informasi pada dashboard.
Namun, informasi hotspot hanya menjadi langkah awal. Untuk analisis yang lebih detail, Telkomsat bekerja sama dengan STAR.VISION untuk memanfaatkan citra satelit beresolusi hingga 50 sentimeter. Pengambilan citra dapat diarahkan ke lokasi tertentu, sehingga kondisi area dapat dilihat lebih jelas sesuai kebutuhan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 13 September 2026 pukul 19.23
Bukan Sekadar Foto, Satelit Telkomsat Bisa Pantau Karhutla hingga Detail
Media Indonesia · 13 September 2026 pukul 20.09
Pemanfaatan Data Satelit untuk Pantau Karhutla dan Pascabencana Diperkuat
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 19.39
Tampilkan Data Satelit, Platform GeoTSat Bantu Pemantauan Karhutla secara Akurat
Berita terkait
Konektivitas Kapal di Wilayah Laut Terus Diperluas
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 21.46
Satelit Uni Eropa Tangkap Kebakaran Ketapang, Asap Tebal Membubung
Detik.com · 5 September 2026 pukul 10.15
Karhutla dan Ujian Intelijen Geografi
Detik.com · 2 September 2026 pukul 13.40
Pencegahan Karhutla Harus Berbasis Sains dan Verifikasi
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 12.08