Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

Titik Panas Bukan Akhir, Begini Tantangan Membaca Dampak Karhutla

Titik panas (hotspot) tidak cukup sebagai indikator tunggal untuk menilai dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Untuk memperoleh gambaran yang akurat, diperlukan pengolahan data dan citra satelit beresolusi tinggi. Direktur Pengembangan Telkomsat, Anggoro K. Widiawan, menjelaskan bahwa pemanfaatan data satelit kini berkembang menjadi Earth Intelligence, yang mengubah data menjadi informasi yang mudah dipahami, seperti identifikasi area terdampak dan pemantauan perubahan wilayah dari waktu ke waktu.

Salah satu penerapan pemantauan karhutla adalah melalui platform Karhutla GeoTSat, yang menampilkan sebaran titik panas di seluruh Indonesia menggunakan data dari NASA FIRMS. Platform ini dilengkapi Fire AI Assistant berbasis generative AI untuk membantu pengguna memahami informasi pada dashboard.

Namun, informasi hotspot hanya menjadi langkah awal. Untuk analisis yang lebih detail, Telkomsat bekerja sama dengan STAR.VISION untuk memanfaatkan citra satelit beresolusi hingga 50 sentimeter. Pengambilan citra dapat diarahkan ke lokasi tertentu, sehingga kondisi area dapat dilihat lebih jelas sesuai kebutuhan.

Peristiwa ini diliput 4 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait