Todotua Ungkap PR Besar RI: Struktur Biaya Rantai Pasok
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu menyoroti struktur biaya rantai pasok yang masih tinggi sebagai tantangan besar Indonesia dalam proses hilirisasi sumber daya alam. Menurutnya, biaya konsumsi yang tinggi dan ketergantungan pada impor membuat negara rentan, terutama dengan jumlah penduduk yang besar. Pemerintah berupaya menekan biaya tersebut agar nilai tambah dari sumber daya alam dapat lebih optimal dan tidak hanya bergantung pada ekspor mentah.
Dalam acara Mindialogue 2026, Todotua menekankan bahwa hilirisasi penting untuk menciptakan value-added dari produk sumber daya alam (SDA). Tanpa nilai tambah, kata dia, kekayaan alam tidak akan memberikan dampak signifikan bagi perekonomian. Pemerintah juga terus melakukan reformasi birokrasi, khususnya dalam proses perizinan, untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%.
Realisasi investasi pada 2025 mencapai Rp1.950 triliun, atau 3% melebihi target yang ditetapkan. Todotua menyatakan optimisme terhadap arah investasi, namun menegaskan perlunya perbaikan agar struktur biaya dapat ditekan secara berkelanjutan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 15.05
Prabowo Ingin Beli Perusahaan Terbaik Dunia dari Keuntungan BUMN
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 21.00
Daftar 10 Negara Terkaya di Dunia pada 2026
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 15.50
Pemerintah Dorong Satgas buat Urai Hambatan Investasi
CNN Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 19.01
Seskab Teddy Bertemu Haji Isam, Bahas Apa?
Berita terkait
Hilirisasi Ternyata Sumbang 30% Realisasi Investasi RI
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 17.50
Pemerintah Bidik Realisasi Investasi Rp2.322 Triliun di 2027
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 09.00
Menperin: Hilirisasi Harus Buka Lapangan Kerja dan Perkuat Industri
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 16.00
Rosan: Target Investasi RI Capai Rp 2.322 Triliun pada 2027
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 15.45