Prabowo Ungkap Proyek Ini Bisa Bikin RI Cuan Rp284 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pengembangan hilirisasi bauksit menjadi aluminium dengan nilai ekonomi mencapai US$15-16 miliar (Rp283,6 triliun) pada 2030. Strategi ini mencakup pengolahan bauksit menjadi alumina hingga menjadi aluminium cangkang, dengan peningkatan nilai tambah 32-66 kali lipat. Pemerintah memerlukan investasi sebesar US$26 miliar untuk mengoptimalkan potensi ekonomi ini. Proyek ini diproyeksikan akan menciptakan 229.000 lapangan kerja baru dan memanfaatkan cadangan bauksit Indonesia yang berada pada posisi keenam terbesar di dunia. Dengan mengembangkan industri pengolahan bauksit, Indonesia dapat meningkatkan nilai tambah dalam negeri, terutama pada produk bangunan yang sekarang belum tersedia secara lokal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 19.07
Koster Kritik Investor, Sentil Praktik Nominee: Jangan Karena Uang Rusak Bali!
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 13.15
Bahlil Sebut Ada Beberapa Investor Mulai Tawarkan Hilirisasi Batu Bara Jadi Bensin
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 12.30
Di New York, Pramono Tawarkan 37 Proyek Jakarta Senilai US$7 Miliar
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 08.53
IHSG Berpeluang Rebound ke 6.500-6.550, Investor Diminta Cermati Support 6.400
Berita terkait
Prabowo Gaspol Hilirisasi Bauksit, Nilai Tambahnya Bisa 40 Kali Lipat
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 18.15
Mengenal Rusal, Raksasa Aluminium Rusia yang Siap Masuk Kalimantan
Warta Ekonomi · 12 September 2026 pukul 21.16
Rusia Bakal Bangun Pabrik Pemurnian Bauksit di Kalimantan
kumparan · 12 September 2026 pukul 04.00
Raksasa Aluminium Rusia Bakal Investasi Besar-Besaran ke RI
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 19.36