Tok! ESDM-DPR Sepakati Asumsi Lifting Migas Cs untuk RAPBN 2027
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komisi XII DPR RI dan Kementerian ESDM menyepakati asumsi dasar sektor energi dan sumber daya mineral untuk RAPBN 2027, termasuk target lifting migas, volume BBM dan LPG bersubsidi, serta nilai subsidi listrik nasional. Target lifting minyak tahun 2027 ditetapkan pada 612.500 barel per hari, sementara lifting gas sebesar 954.000 barel setara minyak per hari, sehingga total lifting migas mencapai 1,56 juta barel setara minyak per hari. Dibandingkan dengan target 2026 yang mencapai 1,59 juta barel setara minyak per hari, usulan 2027 mengalami penurunan tipis. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa penetapan angka ini bertujuan untuk memacu kinerja SKK Migas agar lebih terukur dan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Untuk mendukung operasional hulu, pemerintah mengusulkan alokasi Cost Recovery sebesar US$ 10,1 miliar. Harga minyak mentah Indonesia (ICP) diproyeksikan pada level US$ 75 per barel, meskipun Menteri Bahlil menyampaikan bahwa harga ini merupakan estimasi mengingat fluktuasi harga global akibat konflik geopolitik.
Bagikan
Berita terkait
Bahlil Usulkan Lifting Minyak Harian di 2027 Tembus 612.500 Barel
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 19.15
Dolar AS dan ICP Naik, ESDM Ungkap Proyeksi Subsidi Energi 2027
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 16.15
Prabowo Naikkan Asumsi Harga Minyak Mentah RI Jadi US$75 per Barel di RAPBN 2027
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 16.53
Tok! DPR Setujui Anggaran Kantor Bahlil Rp27,37 T di RAPBN 2027
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 12.05