Jakarta · Sabtu, 5 September 2026Cari
WargaKonoha

Tokoh Papua Dukung TNI-Polri Tindak Tegas OPM dan KNPB

Tokoh agama, adat, dan masyarakat Papua menyatakan dukungan penuh kepada TNI dan Polri dalam menindak kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM). Mereka menilai aksi kekerasan OPM semakin meresahkan karena menyasar warga pendatang, warga negara asing, hingga Orang Asli Papua (OAP). Tokoh Agama Nasrani Puncak Jaya, Kirenius Telenggen, menyoroti pembunuhan pilot Amerika Serikat Captain Nicholas F. Goselin oleh OPM saat melayani penerbangan ibadah di Papua, yang dinilai mencederai citra umat Nasrani Papua di mata internasional. Kirenius juga menyatakan bahwa berbagai aksi teror, pemerkosaan, dan pembunuhan terhadap warga Papua yang menolak bergabung membuat OPM semakin kehilangan simpati, sehingga layak dijadikan kelompok teroris.

Masyarakat Papua mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menindak tegas front politik OPM seperti Komite Nasional Papua Barat (KNPB), yang kerap menggelar aksi mengarah pada makar. Mereka juga meminta pemerintah membendung propaganda dan narasi kebencian di media sosial yang menghasut pemuda Papua. Kirenius mengimbau warga yang masih bergabung dengan OPM untuk kembali ke pangkuan NKRI dan bersama-sama membangun Papua melalui pendidikan dan pembangunan.

Di sisi lain, upaya penegakan hukum tegas terus dilakukan oleh aparat keamanan. Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 berhasil melumpuhkan empat anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Satgas TNI Komando Operasi (Koops) Habema berhasil menyelamatkan 18 karyawan PT Freeport Indonesia yang terisolasi selama tiga hari di Pos Tower 270, Distrik Tembagapura, dan berhasil melumpuhkan markas OPM di Intan Jaya termasuk tokoh utamanya, Mayer Wenda alias Kuloi Wonda. Direktorat Jenderal Imigrasi juga mendeportasi seorang warga negara asing Rusia yang menyalahgunakan visa wisata untuk mendokumentasikan aksi demonstrasi KNPB di Wamena, Papua.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait