Tradisi yang Terancam Hilang di Sungai Lematang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sungai Lematang, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, menjadi pusat tradisi budaya masyarakat, termasuk memandikan bayi setelah tali pusar lepas. Namun, perubahan lingkungan akibat pertambangan batu bara dan pembuangan PLTU menyebabkan khawatiran terhadap kualitas air. Warga seperti Ana mengkhawatirkan kesehatan bayi akibat campuran limbah. Sungai yang dulu menjadi sumber pangan dan habitat ikan kini hanya tersisa sebagai kenangan 'ikan mudik'. Meski demikian, masyarakat masih menggunakan air sungai untuk aktivitas sehari-hari meski ada risiko kesehatan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 01.01
Dihadiri Ratusan Warga, Senam Zapin Holywings Peduli Berlangsung Meriah
Berita terkait
Kolaborasi Sukarelawan Muda Korsel & Indonesia Revitalisasi Lingkungan Sekolah
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 01.02
Kelereng dan Karet Masuk Suvenir HUT RI, Istana Ingin Hidupkan Ingatan soal Permainan Lama
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 10.12
Kalender Bali Kamis (6/8): Baik untuk Menanam Kepala & Pindah Rumah
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 05.19
Grebeg Saparan Klaten Sedot 50 Ribu Pengunjung, Pesanan Apem Tembus 7 Ton
JPNN.com · 1 Agustus 2026 pukul 20.18