Transformasi AI di Sektor Pembayaran Perlu Dilakukan Bertahap
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Transformasi kecerdasan buatan (AI) di sektor pembayaran dan jasa keuangan perlu dilakukan secara bertahap dan terukur. Pembahasan ini muncul dalam Prima Executive Gathering (PEG) 2026 yang diselenggarakan PT Rintis Sejahtera di The Mulia, Nusa Dua, Bali. Para ahli dari INF Tech, Tencent Cloud, dan DANA Indonesia menekankan bahwa penerapan AI harus disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, keamanan, dan kesiapan sumber daya manusia.
Kenneth Siow dari INF Tech menyatakan bahwa AI dapat meningkatkan pengalaman pelanggan, seperti melalui layanan pelanggan berbasis AI yang beroperasi 24 jam. Ted Ding dari Tencent Cloud menyarankan agar perusahaan tidak selalu menggunakan model AI terbesar, melainkan memilih model open source yang lebih ringan jika hasilnya efisien. Implementasi AI disarankan dimulai dari use case spesifik, diuji, lalu diperluas setelah terbukti manfaatnya.
Para pembicara juga menekankan pentingnya tata kelola dan mekanisme human-in-the-loop agar sistem AI tetap sesuai aturan dan standar. Transformasi AI harus melibatkan berbagai fungsi seperti bisnis, risiko, dan kepatuhan, bukan hanya tim teknologi. Ke depan, AI agent dan penurunan biaya teknologi diharapkan meningkatkan otomatisasi dan produktivitas, namun perusahaan perlu menghindari ketergantungan pada satu vendor.
Bagikan
Berita terkait
CIMB Niaga Luncurkan Kartu Kredit Indonesia Ritel, Perkuat Ekosistem Pembayaran Nasional
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 21.00
Manusia dan AI, Dua Kekuatan di Balik Basis Teknologi Bank Jago
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 18.57
TikTok Kembangkan Fitur Transfer Uang Lewat DM
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 18.30
Ekspor AI China Naik Kelas, SenseTime Bawa Komputasi hingga Aplikasi ke Luar Negeri
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 03.07