Transformasi AI di Sektor Pembayaran Perlu Dilakukan Bertahap
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Transformasi kecerdasan buatan (AI) di sektor pembayaran dan jasa keuangan perlu dilakukan secara bertahap dan terukur. Pembahasan ini muncul dalam Prima Executive Gathering (PEG) 2026 yang diselenggarakan PT Rintis Sejahtera di The Mulia, Nusa Dua, Bali. Para ahli dari INF Tech, Tencent Cloud, dan DANA Indonesia menekankan bahwa penerapan AI harus disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, keamanan, dan kesiapan sumber daya manusia.
Kenneth Siow dari INF Tech menyatakan bahwa AI dapat meningkatkan pengalaman pelanggan, seperti melalui layanan pelanggan berbasis AI yang beroperasi 24 jam. Ted Ding dari Tencent Cloud menyarankan agar perusahaan tidak selalu menggunakan model AI terbesar, melainkan memilih model open source yang lebih ringan jika hasilnya efisien. Implementasi AI disarankan dimulai dari use case spesifik, diuji, lalu diperluas setelah terbukti manfaatnya.
Para pembicara juga menekankan pentingnya tata kelola dan mekanisme human-in-the-loop agar sistem AI tetap sesuai aturan dan standar. Transformasi AI harus melibatkan berbagai fungsi seperti bisnis, risiko, dan kepatuhan, bukan hanya tim teknologi. Ke depan, AI agent dan penurunan biaya teknologi diharapkan meningkatkan otomatisasi dan produktivitas, namun perusahaan perlu menghindari ketergantungan pada satu vendor.
Bagikan
Berita terkait
BI dan Bank Sentral Timor Leste Jajaki QRIS Antarnegara
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 12.34
BRIZZI x Arkiv Vilmansa: Paduan Karya Seni dan Fungsi Pembayaran Digital
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 18.21
Di balik Kunjungan Korban MBG, Akbar Faizal Sentil Gibran Cuma Mau Berburu Poin Politik!
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 10.59
Google Umumkan Gemini 4 Argon, Diklaim Jadi Model AI Paling Kuat
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 15.25