Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Transisi ke Kendaraan Logistik Listrik Perlu Kesiapan Ekosistem

Transisi ke kendaraan logistik listrik di Indonesia membutuhkan kesiapan ekosistem yang mencakup produk, kebijakan, dan sumber daya manusia. Diskusi ini mengemuka dalam acara roundtable yang membahas akselerasi adopsi kendaraan listrik di sektor logistik. Data menunjukkan bahwa sektor logistik menyumbang 25,11 persen dari total emisi transportasi nasional, atau lebih dari 45 juta ton CO2 ekuivalen.

Tingkat adopsi kendaraan listrik komersial ringan di Indonesia selama 2023-2025 hanya 0,13 persen, tertinggal jauh dibandingkan kendaraan penumpang. Studi internasional mengindikasikan bahwa kendaraan listrik ringan komersial sudah mencapai titik keekonomian Total Cost of Ownership yang hampir setara dengan kendaraan diesel. Secara global, adopsi kendaraan logistik zero-emission meningkat dari kurang dari 1 persen pada 2021 menjadi 4 persen pada 2025.

Forum yang dihadiri asosiasi dan pemimpin industri ini bertujuan merumuskan langkah nyata dekarbonisasi logistik nasional serta memaparkan temuan awal Green Logistics Report 2026. Ketua Umum WiLAT Indonesia menegaskan bahwa transisi ini bukan lagi soal mau atau tidak, melainkan kesiapan ekosistem untuk mempercepat dan menegaskan keadilan transisi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait