Transisi ke Kendaraan Logistik Listrik Perlu Kesiapan Ekosistem
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Transisi ke kendaraan logistik listrik di Indonesia membutuhkan kesiapan ekosistem yang mencakup produk, kebijakan, dan sumber daya manusia. Diskusi ini mengemuka dalam acara roundtable yang membahas akselerasi adopsi kendaraan listrik di sektor logistik. Data menunjukkan bahwa sektor logistik menyumbang 25,11 persen dari total emisi transportasi nasional, atau lebih dari 45 juta ton CO2 ekuivalen.
Tingkat adopsi kendaraan listrik komersial ringan di Indonesia selama 2023-2025 hanya 0,13 persen, tertinggal jauh dibandingkan kendaraan penumpang. Studi internasional mengindikasikan bahwa kendaraan listrik ringan komersial sudah mencapai titik keekonomian Total Cost of Ownership yang hampir setara dengan kendaraan diesel. Secara global, adopsi kendaraan logistik zero-emission meningkat dari kurang dari 1 persen pada 2021 menjadi 4 persen pada 2025.
Forum yang dihadiri asosiasi dan pemimpin industri ini bertujuan merumuskan langkah nyata dekarbonisasi logistik nasional serta memaparkan temuan awal Green Logistics Report 2026. Ketua Umum WiLAT Indonesia menegaskan bahwa transisi ini bukan lagi soal mau atau tidak, melainkan kesiapan ekosistem untuk mempercepat dan menegaskan keadilan transisi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 16.35
Bahlil Ajak Pengusaha Garap Proyek PLTS 100 Gigawatt
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 12.48
Mejeng di GIIAS, VinFast Usung Konsep "Drive Worry Free"
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 13.42
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Tumbuh 73,7% pada Juni 2026
Berita terkait
Soal Rencana Kendaraan Listrik Nasional, INDEF Beri Peringatan
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 14.58
Digitalisasi Jadi Solusi Hadapi Kompleksitas Logistik Indonesia
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 23.07
Menko Airlangga matangkan skema insentif motor listrik
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 21.20
Prabowo Targetkan Mobil Listrik Indonesia Produksi Massal pada 2028
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 17.01