Kapasitas Pelabuhan Naik, Ekosistem Logistik Darat Diperkuat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Volume arus peti kemas nasional mengalami pertumbuhan positif dalam lima tahun terakhir. Penguatan kapasitas pelabuhan dan keterhubungan antarsimpul menjadi kunci untuk mendukung ekosistem logistik. Prof. Kuncoro Harto Widodo UGM menekankan pentingnya integrasi data antara terminal, perusahaan pelayaran, depo, trucking, kawasan industri, dan pemerintah melalui National Logistics Ecosystem (NLE). Pengembangan angkutan barang berbasis kereta api juga direkomendasikan sebagai alternatif distribusi menuju pelabuhan serta mengurangi beban pada jalur darat over dimension overload (ODOL). Di Merauke, keterbatasan lapangan penumpukan dan gudang di belakang pelabuhan menjadi hambatan meskipun fasilitas pelabuhan sudah memadai. Kebutuhan depo kontainer eksternal mendesak untuk mengurangi biaya logistik dan risiko komoditas pangan. Di Semarang, kondisi perputaran truk relatif lancar namun permasalahan jadwal kapal dan implementasi Terminal Booking System (TBS) masih perlu dioptimalkan. Di Makassar, terminal berfungsi sebagai hub distribusi utama kawasan timur Indonesia namun kelancaran distribusi tergantung koordinasi antar operator terminal, shipping line, trucking, depo, hingga pemilik barang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 12.49
Kapasitas Pelabuhan Naik, Rantai Logistik Darat Diperkuat
kumparan · 24 September 2026 pukul 11.44
Peningkatan Kapasitas Pelabuhan Perlu Memperkuat Ekosistem Logistik Darat
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 17.47
Solusi Logistik SERA Bantu Bisnis Atasi Kerumitan Rantai Pasok
JawaPos · 23 September 2026 pukul 16.45
Asosiasi Logistik Pesimis Zero ODOL 2027 Bisa Dijalankan dengan Lancar
Berita terkait
Atasi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk, Pemprov Jatim Siapkan Rp6 Miliar
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 13.43
Jalur Ekspor Indonesia Diuji Geopolitik dan Tekanan Emisi
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 16.06
Thailand Bangun Jalur Darat Rp 533 Triliun, Saingi Selat Malaka
Detik.com · 18 September 2026 pukul 16.59
China Buka Kanal 134 Km, Pangkas Jalur Dagang ke Asia Tenggara
Detik.com · 18 September 2026 pukul 15.10