Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Trump Disebut Pertimbangkan Serang Bom Nuklir ke Iran

AS dilaporkan mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir terhadap Iran setelah gagal menggulingkan pemerintah Teheran melalui cara konvensional. Mantan penasihat antiterorisme AS, Joe Kent, kepada podcaster Tucker Carlson mengungkapkan bahwa opsi serangan nuklir menjadi realistis karena militer AS kesulitan menghadapi pertahanan Iran. Kent menyatakan Presiden Donald Trump belum mencapai tujuan apa pun dalam konflik dengan Iran meski telah menggunakan seluruh kemampuan militer dan ekonomi AS. Menurutnya, hanya tersisa dua opsi yakni operasi darat skala penuh atau serangan nuklir, dengan operasi darat dinilai tidak layak karena wilayah dan populasi Iran yang luas.

Kent spekulasi bahwa AS dapat memilih serangan nuklir terbatas yang menargetkan fasilitas pengayaan uranium bawah tanah di pegunungan Iran. Peringatan ini muncul setelah laporan Pentagon kehabisan persediaan amunisi presisi tinggi dan rudal pencegat, yang ditolak keras oleh Donald Trump dan pejabat senior AS. Sebagai respons, Trump mengumumkan operasi ekonomi bertajuk "Hari-H Ekonomi" dan Menteri Keuangan Scott Bessent meluncurkan sanksi baru terhadap 60 entitas, individu, dan kapal, termasuk 21 yang berbasis di China.

Sanksi baru ini bertujuan menjadikan Iran sebagai paria ekonomi dengan menghukum negara-negara yang menolak memutuskan hubungan. Bessent menegaskan setiap entitas yang memfasilitasi pencucian uang atas nama Iran akan dikeluarkan dari sistem dolar AS.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait