Trump Menepis Kabar Amunisi AS Menipis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah kabar bahwa pasokan amunisi AS menipis di tengah perang dengan Iran yang berlangsung sejak akhir Februari 2026. Bantahan ini disampaikan setelah beberapa media besar melaporkan hal sebaliknya. CNN melaporkan militer AS telah menggunakan hampir 80 persen stok rudal pencegat dan sekitar separuh rudal Patriot. Cadangan amunisi Pentagon digambarkan berada pada tingkat 'sangat rendah hingga level berbahaya', termasuk kekurangan sistem THAAD yang sebelumnya tidak dilaporkan. Reuters juga mengonfirmasi AS telah menggunakan 'hampir semua' pasokan rudal presisi jarak jauh, termasuk ATACMS dan PrSM. Laporan ini memicu kekhawatiran negara-negara Teluk yang bergantung pada sistem pertahanan udara pasokan AS. Situasi ini sebelumnya telah mendorong Trump menunda rencana serangan berskala besar pada 26 Juli 2026. Namun, Trump menegaskan AS memiliki 'jauh lebih banyak amunisi dibanding pihak mana pun di dunia' dan perusahaan pertahanan kini memproduksi amunisi dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Bagikan
Berita terkait
Trump Ingin Caplok Selat Hormuz sebagai Wilayah Amerika Serikat
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 11.01
Iran Belum Putuskan Lanjutkan Perundingan dengan AS
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 09.01
Sekutu AS Melemah di Penjuru Dunia, Trump Tertohok Pakta Keamanan Mekkah
SINDOnews · 8 Agustus 2026 pukul 13.31
Telepon MBS di Balik Trump Tunda Serangan ke Iran
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 06.00