Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Tujuan Akhir Hilirisasi: Bangun Struktur Industri-Kedaulatan Ekonomi

Pemerintah menekankan bahwa tujuan hilirisasi sumber daya alam bukan sekadar membangun smelter, melainkan memperkuat struktur industri nasional menuju kedaulatan ekonomi. Menurut Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, keunggulan industri harus berakar pada teknologi, yang kemudian menjadi kekuatan ekonomi bangsa. Hilirisasi juga bertujuan meningkatkan nilai tambah dari ekstraksi mentah ke produk olahan bernilai tinggi.

Realisasi investasi hilirisasi mencapai 29,7% dari total investasi pada Semester I-2026, dengan sektor mineral sebagai andalan senilai Rp206,5 triliun. Komoditas utama meliputi nikel (Rp71 triliun), bauksit (Rp53,8 triliun), tembaga (Rp37,4 triliun), besi dan baja (Rp30,2 triliun), hingga pasir silika (Rp5,9 triliun). Namun, Todotua menyampaikan bahwa struktur biaya tinggi dan daya saing rendah menjadi tantangan utama. Jika hilirisasi tidak kompetitif, ia berisiko menjadi beban, sehingga perlu strategi mitigasi dalam energi, logistik, dan rantai pasok.

Pada kuartal II-2026, peta investasi hilirisasi mengalami perubahan signifikan: bauksit menggeser nikel sebagai komoditas dengan investasi hilirisasi terbesar untuk pertama kalinya. Langkah ini diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi sebesar 8%.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait