Uang Sekolah Naik Jualan Sepatu Sekolah Tetap Laku, Tapi Produksi 2025
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menyatakan kenaikan biaya pendidikan belum menekan permintaan sepatu sekolah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi kelompok pendidikan mencapai 0,55% secara bulanan pada Juli 2026, dengan biaya taman kanak-kanak (TK) naik paling tinggi sebesar 1,73%, diikuti bimbingan belajar 1,58% dan sekolah dasar (SD) 1,17%. Meski demikian, pesanan alas kaki untuk tahun ajaran baru 2026 justru sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Sekretaris Jenderal Aprisindo Yoseph Billie Dosiwoda menjelaskan peningkatan pesanan tersebut masih ditopang dari stok overproduksi tahun 2025. Produksi baru pada 2026 tidak banyak dilakukan karena biaya bahan baku yang naik akibat dampak perang. Kondisi ini menunjukkan kenaikan permintaan belum mendorong penambahan produksi, sementara industri masih mengandalkan persediaan lama.
Situasi ini menggambarkan kondisi unik di mana permintaan sepatu sekolah tetap ada meski biaya pendidikan naik, namun tekanan utama industri justru terletak pada mahalnya bahan baku yang membatasi kemampuan produsen untuk meningkatkan produksi baru.
Bagikan
Berita terkait
Pemerintah Sebut Penciptaan Lapangan Kerja di RI Lebih Banyak dari PHK
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 08.35
HSN 2026, BSSN Raih Penghargaan dari BPS
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 22.16
Raih Penghargaan dari BPS, Kepala BSSN: Kedaulatan Data Bisa Terwujud Jika Ditopang Keamanan Siber
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 21.09
Kemendagri Raih Penghargaan BPS atas Pemanfaatan Data Statistik
Detik.com · 27 September 2026 pukul 10.22