Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Ungkit Bahaya Populisme Otoriter, Hasto PDIP Dorong Pelembagaan Partai

Sekretaris PDIP Hasto Kristiyanto dalam pembukaan CALD Conference di Yogyakarta memperingati bahaya populisme otoriter yang berkembang di berbagai negara. Ia menyatakan bahwa populisme otoriter biasanya memanfaatkan bahasa rakyat untuk memperoleh dukungan, namun pada prakteknya melemahkan institusi demokrasi, menekan kebebasan pers, dan menjauhkan penegakan hukum dari keadilan. Hasto menilai Pemilu 2024 di Indonesia sebagai puncak kemenangan populisme otoriter yang dibangun sejak periode kedua Jokowi, dengan pelanggaran norma demokrasi, penghilangan masyarakat sipil, dan kemunduran demokrasi (backsliding). Ia mengutip pemikiran Levitsky dan Ziblatt dalam buku 'How Democracies Die', menyatakan bahwa kemunduran demokrasi terjadi ketika partai gagal menjadi penjaga gerbang demokrasi, sehingga kekuasaan terkonsentrasi dan tersandera kepentingan oligarki.

Berita terkait