Ungkit Bahaya Populisme Otoriter, Hasto PDIP Dorong Pelembagaan Partai
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sekretaris PDIP Hasto Kristiyanto dalam pembukaan CALD Conference di Yogyakarta memperingati bahaya populisme otoriter yang berkembang di berbagai negara. Ia menyatakan bahwa populisme otoriter biasanya memanfaatkan bahasa rakyat untuk memperoleh dukungan, namun pada prakteknya melemahkan institusi demokrasi, menekan kebebasan pers, dan menjauhkan penegakan hukum dari keadilan. Hasto menilai Pemilu 2024 di Indonesia sebagai puncak kemenangan populisme otoriter yang dibangun sejak periode kedua Jokowi, dengan pelanggaran norma demokrasi, penghilangan masyarakat sipil, dan kemunduran demokrasi (backsliding). Ia mengutip pemikiran Levitsky dan Ziblatt dalam buku 'How Democracies Die', menyatakan bahwa kemunduran demokrasi terjadi ketika partai gagal menjadi penjaga gerbang demokrasi, sehingga kekuasaan terkonsentrasi dan tersandera kepentingan oligarki.
Bagikan
Berita terkait
Forum CALD di Yogyakarta Soroti Ancaman Populisme Global terhadap Demokrasi
JPNN.com · 4 September 2026 pukul 11.38
Sekjen PDIP Respons Ucapan Budi Arie soal Pemilu 2029 Dipercepat
Liputan6.com · 28 Agustus 2026 pukul 17.35
Prabowo Beri Pujian Khusus ke PDIP, Singgung Marhaenisme
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 21.48
Sepakat dengan Ketum PDIP, Waketum PAN: Sistem di Indonesia Tak Mengenal Oposisi
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 15.19