Urgensi Investasi Keamanan Siber: Dari Teknis ke Meja Direksi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel membahas pergeseran paradigma tata kelola keamanan siber dari biaya teknologi menjadi investasi bisnis wajib di era digital. Ancaman seperti ransomware-as-a-service, serangan rantai pasok, dan risiko dekripsi kuantum membuktikan keamanan siber kritis bagi kelangsungan perusahaan. Namun, jurang komunikasi antara tim teknis yang menggunakan istilah teknis dan direksi yang berpikir dalam risiko bisnis sering menunda investasi strategis. Contohnya, pemangkasan anggaran pemeliharaan dapat mengakibatkan eksploitasi ransomware dan kerugian miliaran rupiah. Untuk menjadikan keamanan siber investasi strategis, tiga pendekatan utama disarankan: mengkuantifikasi risiko siber secara finansial, memosisikan keamanan sebagai business enabler, dan membangun budaya tone at the top di tingkat eksekutif.
Bagikan
Berita terkait
SWF INA milik RI Raih Skor GSR 92%, Tertinggi Kedua di Asia
CNN Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 16.34
Kemajuan Papua Dinilai Jadi Kunci Memperkuat Indonesia dari Timur
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 13.53
Menko Airlangga Peringati HUT RI: Estafet Perjuangan Harus Kita Lanjutkan
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 13.40
Peringatan HUT Ke-81 RI, Bos Freeport Tekankan Komitmen Investasi
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 13.03