Urgensi Investasi Keamanan Siber: Dari Teknis ke Meja Direksi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel membahas pergeseran paradigma tata kelola keamanan siber dari biaya teknologi menjadi investasi bisnis wajib di era digital. Ancaman seperti ransomware-as-a-service, serangan rantai pasok, dan risiko dekripsi kuantum membuktikan keamanan siber kritis bagi kelangsungan perusahaan. Namun, jurang komunikasi antara tim teknis yang menggunakan istilah teknis dan direksi yang berpikir dalam risiko bisnis sering menunda investasi strategis. Contohnya, pemangkasan anggaran pemeliharaan dapat mengakibatkan eksploitasi ransomware dan kerugian miliaran rupiah. Untuk menjadikan keamanan siber investasi strategis, tiga pendekatan utama disarankan: mengkuantifikasi risiko siber secara finansial, memosisikan keamanan sebagai business enabler, dan membangun budaya tone at the top di tingkat eksekutif.
Bagikan
Berita terkait
Perkuat Infrastruktur Teknologi, Danantara Teken MoU dengan Thales
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 12.22
Danantara Gandeng Thales, AI hingga Keamanan Siber Jadi Bidikan Investasi
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 21.47
Yusril minta RUU Satu Data beri kepastian bagi dunia usaha
ANTARA News · 22 September 2026 pukul 21.07
Gianni Infantino Ingin Mekanisme Pengambilan Keputusan FIFA Ditinjau Ulang
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 11.20