Usul AHWA Jadi Lembaga Permanen untuk Mencegah Konflik Rais Aam dan Ketua Umum PBNU
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

KH. Musta'in Syafi'ie menyarankan NU jadikan AHWA sebagai lembaga permanen untuk mencegah konflik Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. AHWA harus berwenang memecat pimpinan yang melanggar aturan organisasi. Anggota AHWA diusulkan diisi oleh ulama mastur, sufi yang bijaksana, dan tidak mengejar jabatan. Model serupa dipakai Iran untuk pemilihan presiden cepat. Tujuannya mencegah konflik internal dan kekosongan jabatan di NU.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 22.37
Tinjau Ponpes Tambakberas, Gus Ipul Pastikan Persiapan Muktamar ke-35 NU Sudah Tembus 85 Persen
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 20.24
Gus Ipul Respons Ma’ruf Amin soal AHWA: Sudah Dilakukan 2 Muktamar Terakhir
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 19.11
Gus Ipul Ungkap 2 Opsi Pemilihan Ketum PBNU: Keputusan di Muktamar
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 19.08
Seruan Kiai Sepuh NU Jelang Muktamar ke-35: Jangan Ada Pengondisian-Intervensi
Berita terkait
Riak Di Muktamar: Banyak Orang Tiba-tiba Jadi Pakar
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 13.52
Miftachul-Gus Kikin Pimpin PBNU, Muzani Bersyukur Muktamar Penuh Keakraban
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 17.07
Resmi Jadi Ketum PBNU, Gus Kikin Tegaskan NU Bukan Kendaraan Politik
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 14.55
Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy'ari yang Terpilih Jadi Ketum PBNU
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 11.01