Video: Asbenindo Unggap Sebab Petani Kurang Minat Pakai Benih Unggul
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian terus mendorong penggunaan benih unggul bersertifikat untuk meningkatkan produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Ketua Umum Asosiasi Perbenihan Indonesia (Asbenindo), Ayub Darmanto, mencatat bahwa penggunaan benih bersertifikat sudah cukup baik pada komoditas jagung, dengan lebih dari 80% petani menggunakannya. Namun, untuk padi dan kedelai, angkanya masih rendah, yaitu sekitar 50-60% untuk kedelai dan lebih rendah lagi untuk padi.
Salah satu alasan utama rendahnya penggunaan benih bersertifikat pada padi adalah kurangnya sosialisasi kepada petani. Banyak petani padi masih melakukan perbenihan secara turun temurun, menggunakan bibit sendiri dari hasil panen sebelumnya, sehingga enggan mengambil risiko dengan benih baru. Asbenindo menekankan perlunya upaya untuk meyakinkan petani tentang keuntungan menggunakan benih bersertifikat, seperti peningkatan hasil panen dan kualitas.
Untuk itu, diperlukan strategi komunikasi yang efektif dan pendampingan kepada petani agar mereka lebih terbuka mengadopsi benih unggul. Hal ini penting demi mewujudkan ketahanan pangan yang lebih kuat di Indonesia.
Bagikan
Berita terkait
Prabowo Klaim Indonesia Capai Swasembada Pangan dalam Setahun
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 12.31
Kenalkan Petani Ngawi di Sidang MPR, Prabowo Ungkap Dampak Pupuk Murah bagi Usaha Tani
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 11.31
Prabowo: Kita Sudah Swasembada Beras-Telur, Daging Sapi 5-6 Tahun ke Depan
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 10.25
Stok Beras Bulog Tembus 5,4 Juta Ton, Bansos 30 Kg Siap Cair
Liputan6.com · 13 Agustus 2026 pukul 14.11