Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Video: Danantara Merger 5 BUMN Aset Manajemen dan 23 Kawasan Industri

BPI Danantara, yang didirikan pada 24 Februari 2025 di bawah Presiden Prabowo Subianto, bertindak sebagai motor pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui dua pilar: Danantara Asset Management yang mengkonsolidasikan dan mengelola aset BUMN, serta Danantara Investment Management yang mengembangkan dana investasi. Dalam review terhadap 1.074 perusahaan BUMN, ditemukan bahwa 52% mengalami kerugian dan inefisiensi hingga Rp 50 triliun per tahun. Untuk memperbaiki ini, Danantara menerapkan empat langkah: likuidasi, divestasi, konsolidasi, dan restrukturisasi. Target akhir tahun 2026, hanya 254 BUMN yang tersisa—yang solid dan menguntungkan.

Chief Operating Officer BPI Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa upaya ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor publik. Dengan konsolidasi dan restrukturisasi, diharapkan BUMN dapat beroperasi lebih efektif dan berkontribusi positif bagi perekonomian nasional. Proses ini juga mencakup penggabungan lima BUMN yang bergerak di bidang aset, manajemen, dan 23 kawasan industri untuk mencapai sinergi optimal.

Reformasi ini diikuti dengan pengawasan ketat agar tidak terjadi kehilangan nilai aset negara. Dony menekankan bahwa setiap langkah dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab, guna memastikan bahwa kebijakan yang diterapkan benar-benar meningkatkan kinerja BUMN dan memberikan manfaat maksimal bagi rakyat Indonesia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait