Video: Kemarau Panjang Ancam Produksi dan Harga Pangan, RI Wajib Waspada
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

El Nino Godzilla yang sedang melanda Indonesia memicu musim kemarau berkepanjangan, menimbulkan ancaman serius bagi sektor pertanian nasional. Menurut Salma Laiqa, ESG Analyst CNBC Indonesia Research, kenaikan suhu permukaan air laut yang signifikan menjadi indikator kekuatan El Nino ini, sehingga risiko kekeringan masih tinggi. Dampaknya langsung terasa pada produksi pangan, terutama di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, yang menjadi sentral pertanian di pulau Jawa. Kemarau panjang juga berisiko meningkatkan kejadian kebakaran hutan dan lahan, serta menurunkan kualitas dan kuantitas panen, yang pada gilirannya dapat mendorong kenaikan harga pangan dan memengaruhi inflasi pangan secara nasional. Analisis lengkap mengenai dampak kemarau panjang terhadap produksi dan harga pangan disampaikan oleh Andi Shalini bersama Salma Laiqa dalam program Squawk Box, CNBC Indonesia, pada Rabu, 30 September 2026. Sementara itu, CNBC Indonesia juga menggelar CNBC Indonesia Awards 2026 dengan tema "Peran Strategis Manajer Investasi Dorong Pertumbuhan Pasar Modal & Ekonomi" untuk menghargai kontribusi sektor keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 20.38
DEN sarankan mitigasi El Nino untuk cegah tekanan harga pada 2027
Berita terkait
Direktur INDEF Sebut Pemerintah Harus Fokus Tangani Gejolak Harga Pangan
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 18.31
Tekan Harga Pangan, Pemerintah Sebar Bantuan hingga 2 Bulan ke Depan
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 09.00
Harga Pangan 14 September 2026: Cabai Rawit Hijau Sentuh Rp 64.100 per Kg
Liputan6.com · 14 September 2026 pukul 13.02
Biang Kerok Harga Cabai Tembus Rp 90 Ribu/Kg
Detik.com · 14 September 2026 pukul 06.30