Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Video: Mandiri Farmasi dan Alkes, Kemenkes Pangkas 20% Impor Bahan Obat

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengambil langkah untuk meningkatkan kemandirian sektor farmasi dan alat kesehatan (alat kesehatan) di Tanah Air. Direktur Jenderat Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, Lucia Rizka Andalucia, menyatakan bahwa penyediaan layanan dan infrastruktur kesehatan untuk melayani 280 juta penduduk menjadi peluang besar bagi pengembangan ekosistem kesehatan nasional. Pada 2024, belanja kesehatan RI mencapai Rp630 triliun, yang mencakup pelayanan kesehatan, farmasi, dan alat kesehatan, sekaligus menjadi potensi bagi pengembangan industri kesehatan lokal. Selain itu, setiap Rp1 belanja kesehatan berkontribusi pada kenaikan GDP sebesar Rp2-3.

Untuk mewujudkan kemandirian, Kemenkes telah menyusun Rencana Induk Bidang Kesehatan dengan fokus pengembangan selama lima tahun ke depan, salah satunya adalah mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat. Pemerintah mengidentifikasi 34 bahan baku obat yang dapat diproduksi secara lokal, yang diproyeksikan dapat menurunkan impor hingga 20%. Langkah ini sejalan dengan upaya mendorong penguatan industri farmasi dan alat kesehatan dalam negeri.

Selain pengurangan impor, pemerintah juga mendorong produksi vaksin dalam negeri untuk mendukung program imunisasi. Dengan sekitar 4,5 juta bayi dilahirkan setiap tahun, kebutuhan vaksin lokal menjadi prioritas strategis. Upaya ini selaras dengan transformasi digital sektor kesehatan dan dukungan infrastruktur medis yang sedang berkembang, yang bersama-sama memperkuat daya saing industri kesehatan Indonesia di masa depan.

Berita terkait