Video: Potensi Indonesia Ambil Untung Dari Lonjakan Harga Kopi Dunia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Di tengah ancaman El Nino Godzilla yang menyebabkan musim kering panjang dan mengancam produksi pangan global, harga kopi arabika dunia mengalami lonjakan hingga USD7,36 per kilogram atau setara Rp132.480 per kg, dekat dengan level tertinggi sejak Januari 2026. Lonjakan ini disebabkan oleh penurunan produksi di Brazil sebagai produsen kopi utama dunia akibat curah hujan yang semakin rendah. Sebagai negara produsen kopi terbesar keempat dunia, peluang ini dapat dimanfaatkan Indonesia untuk meningkatkan keuntungan ekspor. Namun, produksi kopi Indonesia masih berada di kisaran 700 ribu ton per tahun dan menghadapi tantangan dari cuaca serta hama tanaman kopi. Untuk memanfaatkan lonjakan permintaan global, Indonesia perlu meningkatkan produksi secara signifikan agar dapat memenuhi pasokan ekspor. Kopi Indonesia juga didukung dengan cita rasa khas yang dapat meningkatkan daya tarik di pasar internasional. Upaya peningkatan produksi dan pengelolaan hama serta cuaca menjadi kunci untuk memaksimalkan peluang ini.
Bagikan
Berita terkait
Biaya Logistik Makin Mahal, Industri Manufaktur Mulai Tahan Pengiriman
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 09.32
Jaga Mutu Global, Kopi Arabika Binaan PalmCo Kembali Diekspor ke AS
JPNN.com · 19 September 2026 pukul 17.56
Hilirisasi Industri Agro Penopang Kinerja Ekspor & Nilai Tambah Nasional
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 05.30
Hilirisasi Industri Agro Penopang Ekspor
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 20.21