Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

Hilirisasi Industri Agro Penopang Ekspor

Industri pengolahan agro berperan penting dalam mendukung target ekspor nasional Indonesia. Pada April 2026, total nilai ekspor Indonesia mencapai US$25,30 miliar, didorong oleh peningkatan ekspor nonmigas sebesar 13,66%. Komoditas seperti kopi, teh, dan rempah-rempah menunjukkan pertumbuhan ekspor tertinggi hingga 54,44%, sementara tembakau dan rokok tumbuh 43,49%. Sepanjang Januari-April 2026, total ekspor mencapai US$92,15 miliar, naik 5,48% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor industri pengolahan kontribusi signifikan dengan pertumbuhan 9,78%.

Pemerintah dan berbagai pihak mengupayakan hilirisasi sektor agro untuk meningkatkan nilai tambah. Indonesia menempati peringkat enam sebagai eksportir hasil tembakau terbesar dunia, dengan produk unggulan seperti cerutu premium berbasis tembakau Deli dan Besuki. Sebagai produsen kopi terbesar keempat dunia, ekspor kopi olahan mencapai US$692 juta atau naik 4,36%. Industri kakao juga berkembang, meskipun sebagian besar bahan baku masih diimpor untuk menutupi kebutuhan domestik yang belum terpenuhi.

Pasar makanan dan minuman artisan global yang tumbuh menjadi peluang bagi Indonesia. Nilai pasar diproyeksikan mencapai US$627,3 miliar pada 2032. Pemerintah merencanakan peremajaan perkebunan kakao seluas 240 ribu hektar hingga 2027 untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi ketergantungan impor. Analis menilai hilirisasi pertanian berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani dan memberikan kontribusi 10 kali lipat pada tambahan PDB.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait