Video: Tony Wenas dan Kontribusi Freeport Indonesia Bagi Ekonomi Bangsa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Freeport Indonesia (PTFI) memastikan komitmennya mendukung perekonomian nasional melalui pajak, deviden, royalti, dan pungutan lainnya. Presiden Direktur Tony Wenas menyatakan tahun 2026 sebagai tahun penuh tantangan bagi PTFI karena masih dalam masa pemulihan usai kejadian longsoran lumpur basah di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada 2025. Di tengah proses pemulihan, PTFI memastikan operasi terus berlangsung dan kontribusi ke negara tetap terus berlanjut.
Pada tahun 2025, Freeport Indonesia berkontribusi lebih dari USD 4,7 miliar atau setara Rp 75 triliun. Namun, pada 2026 diperkirakan kontribusi turun menjadi Rp 47 triliun akibat masa pemulihan. PTFI menargetkan kontribusi kembali mencapai Rp 120 triliun per tahun pada 2028, sejalan dengan target operasi penuh pada tahun yang sama.
PTFI juga mendukung pembangunan daerah melalui investasi lokal sebesar USD 100 juta per tahun hingga 2041, dengan fokus pada kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, olahraga, dan kesejahteraan masyarakat adat. Program ini bertujuan meningkatkan taraf kehidupan di Kabupaten Mimika, yang mencatatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 77,25, melebihi IPM nasional.
Bagikan
Berita terkait
Freeport Punya Proyek Tambang Baru, Bisa Produksikan 6 Juta Ons Emas
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 19.25
Daerah Ini Jadi Pusat Pemurnian Mineral Tembaga Terbesar di RI
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 15.35
Berangsur Pulih, Freeport Targetkan Produksi 75% di Semester I-2027
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 11.20
Freeport Targetkan Produksi Emas Capai 700.000 Ons Sampai Akhir 2026
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 18.30