Video: Turis Yaman-Rusia Ramai Kunjungi ke RI, Pariwisata Sudah Pulih?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sektor pariwisata tetap menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui penciptaan lapangan kerja dan penggerak bisnis UMKM, perdagangan, jasa restoran, perhotelan, transportasi, hingga industri kreatif. Namun, industri ini masih menghadapi tantangan pemulihan pasca-pandemi COVID-19. Menurut data OECD yang dikutip Commodity Expert CNBC Indonesia Research, Emmanuela Bungasmara Ega Tirta, pariwisata Indonesia mengalami penurunan 4% dibanding kondisi pra-pandemi.
Per Mei 2026 tercatat 1,38 juta kunjungan wisatawan, dengan total 6 juta kunjungan sepanjang Semester I-2026. Komposisi turis berubah: kunjungan didorong wisatawan dari Yaman dan Rusia, sedangkan turis Malaysia dan Singapura cenderung berkunjung untuk waktu singkat. Indonesia dapat belajar dari strategi Jepang yang mempermudah sistem dan informasi pariwisata untuk menarik lebih banyak kunjungan. Tantangan utama meliputi pemulihan kuantitas dan kualitas kunjungan, serta perbaikan aksesibilitas dan informasi bagi wisatawan asing.
Upaya pemulihan diperlukan agar pariwisata kembali menjadi locomotive pertumbuhan ekonomi. Hal ini dibahas dalam wawancara Shania Alatas dengan Emmanuela Bungasmara Ega Tirta di acara Squawk Box CNBC Indonesia, Rabu (29/07/2026).
Bagikan
Berita terkait
Pria di Labuan Bajo Tipu Agen Wisata Kanada Rp 244 Juta: 22 Turis Telantar
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 17.07
Video: Pulihkan Bisnis Pariwisata, RI Bisa Nyontek Jepang - Arab Saudi
CNBC Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 09.00
Festival Kota Tua 2026 Perkuat Harmoni Multi-Etnis dan Gerakkan Ekonomi Kota Padang
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 22.00
PSI Apresiasi Pidato Prabowo soal Kesejahteraan Rakyat sebagai Tujuan Utama
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 20.49